Naskahpidato tentang etika - Kemajuan teknologi yang terjadi dalam negara kita memang patut untuk diberikan apresiasi karena mampu membuat negara kita menjadi sebuah negara yang cukup disegani di dunia internasional.Namun ternyata dibalik semua itu, ternyata ada satu hal yang patut lebih kita perhatikan dibandingkan dengan kemajuan teknologi itu sendiri yaitu mengenai etika, khususnya di
KepentinganSains Dalam Kehidupan Harian Pdf from kepentingan sains dan teknologi kepada manusia otosection from i0.wp dengan kemajuan dalam bidang sains danteknologi,pelbagai ciptaan. Contoh karangan sains teknologi dan inovasi · buku teks digital asas btda matematik dalam bahasa melayu tingkatan 1 satu.
ContohTeks Pidato Singkat Tentang Pendidikan dan Narkoba. Teks pidato berisi gagasan yang disampaikan secara lisan kepada para pendengar. Simak contoh teks pidato dengan berbagai tema berikut ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan Program dan Kebijakan Pendidikan Tinggi bertajuk Merdeka Belajar
Olehkarena itu, pahami perbedaan ketiga jenis teks tersebut. • Ceramah: sifatnya umum, disampaikan pakar ataupun ahli, menyampaikan pengetahuan, isu, dan informasi. • Khotbah: berisi pengetahuan tentang keagamaan atau praktik ibadah, ajakan untuk meningkatkan iman pendengar, disampaikan di depan umum.
Ceramahtentang Pengaruh Teknologi terhadap Moral Remaja Assalamualaikum wr. wb. Pertama tama mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya agar kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal'afiat. Tidak lupa shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
1 PIDATO BAHASA INDONESIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Puji dan syukur, kita panjatkan ke hadirat TUHAN karena berkat karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat di tempat ini. Teman-teman semuanya, Dalam kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato yang bertema Teknologi Informasi.
. Abstract Ada kepentingan mendesak di dunia Muslim untuk berpartisipasi pada aktivitas yang lebih luas pemikiran religius mengenai prinsip teknologi modern dalam rancangan menanggapi tantangan yang diangkat oleh paradigma teknologi terbaru. Dampak dan penggunaan tentang pemahaman teknologi modern tidak mampu dibatasi . Hal ini jauh kian meresap sebab itu mengkondisikan ide, menciptakan sasaran dan hasrat kita. Demi mengukur teknologi modern dari dalam kerangka etika Islam dan merancang paradigma Islam, hal ini sangat penting dengan cara memandang kritis intelektual, spiritual, sosial, moral, dan lingkungan dari dunia teknologi pascamodernisme kontemporer. Untuk wawasan holistik dan peningkatan teknologi yang bermoral ketabahan beserta kepatutan praktis untuk menanggapi persoalan kontemporerkontemporer dihasilkan oleh teknologi yang miskin secara spiritual dan moral. Maqasid al-syari'ah menyediakan sumber yang berfaedah. Muslim harus meninjau kembali gagasan-gagasan tradisional mereka mengenai kemaslahatan / kebaikan ma?la?ah dan memanfaatkan etika-agama yang mendasar ini. Rancangan pengembangan teknologi yang berfaedah oleh umat manusia, karena teknologi modern diresapi melalui konsepsinya sendiri tentang kehidupan yang baik. Problematika dalam konteks Islam adalah bagaimana kebutuhan manusia ma?la?ah dalam diskusi religio legal dapat berhadapan dengan himpunan nilai teknologi. Ahli hukum Muslim, kapan menilai teknologi modern, kerap kali memanfaatkan pepatah yang mendeskripsikan optimis prediksi teknologi tatkala mencapai kesuksesan manusia. Hal ini mengakibatkan kebanyakan mereka menafsirkan kemaslahatan manusia ma?la?ah dalam rangka teknologi dan mengeluarkan fatwa. Hal ini membuat mereka menerima pendekatan partikularistik terhadap dampak dari teknologi modern tanpa memikirkan efek yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi modern kehidupan Muslim. Pada artikel ini dikemukakan bahwa filosofi-kritis yang kontekstual pertimbangan teknologi modern menggambarkan salah satu prasyarat untuk mendefinisikan apa mewujudkan kepentingan manusiawi yang kredibel ma?la?ah. Ini dapat dilakukan serta memperluas ruang lingkup tujuan Islam maqashid al-syari'ah untuk menyisipkan kritis ceramah. Ini mengaitkan tindakan hermeneutik rangkap selang waktu Islam konsepsi kebaikan manusia ma?la?ah dan persepsi kontekstual aksiologis masalah selama model perkembangan teknologi.
Di masa yang disebut sebagai era peradaban masyarakat informasi’, informasi adalah kunci segalanya. Siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali dunia. Lantas bagaimanakah nasib umat muslim yang hingga kini masih berlaku sebagai konsumen informasi? الØÙ…د لله Ø£ØÙ…ده ÙˆØ³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ وتعالى على نعمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد ان لا اله الا الله ÙˆØØ¯Ù‡ لا شريك له. واشهد ان سيدنا Ù…ØÙ…دا عبده Ùˆ رسوله النبي Ø§Ù„Ù…ØØªØ§Ø±. اللهم صل على سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى أله الأØÙ‡Ø§Ø± ÙˆØ£ØµØØ§Ø¨Ù‡ الأØÙŠØ§Ø± وسلم تسليما ÙƒØÙŠØ±Ø§. أما بعد Ùياأيها الناس اتقوالله ØÙ‚ تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون. وقال الله تعالى قالوا Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ùƒ ما علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الØÙƒÙŠÙ… Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt Tuhan semesta alam, pemberi nikmat sehat dan iman dan Islam. shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw keluarganya, para sahabat dan para pengikut setianya. Era global telah menjadikan bumi ini menjadi kampung besar, peristiwa yang terjadi pada hari ini di suatu negeri di belahan dunia akan diketahui serentak oleh seluruh penduduk bumi. Apa yang terjadi di Suriah hari ini pula bisa diketahui di Indonesia. Arti globalisasi dengan demikian menurut pendapat ahlinya adalah suatu proses fenomena di dunia modern bercirikan adanya peningkatan perdagangan internasional, teknologi informasi, kemajuan transportasi, adanya alat-alat canggih yang seolah mampu melipat jarak dan menerobos waktu. Pada khutbah kali ini, khatib hendak mengangkat tema tentang Islam dan tantangan globalisasi, membidik kelemahan Muslim terhadap penguasaan teknologi informasi. Alasan khatib, bahwa teknologi informasi salah satu ciri dari globalisasi an juga melalui teknologi informasi ini Islam juga dicitrakan oleh masyarakat Barat sebagai agama yang suka melakukan aksi kekerasan, anti toleransi, suka mengintimidasi, aggressor dan lain sebagainya. Seorang pakar teknologi Mukhtar Bukhori mengatakan bahwa globalisasi akan mewarnai seluruh kehidupan di masa mendatang dan sebagai akibat dari globalisasi akan melahirkan gaya hidup baru yang mengandung ekses-ekses tertentu seperti materialism, sekularisme, hedonism, anti tuhan dan sebagainya. Selain itu, globalisasi juga bisa membuat orang menjadi mudah dan praktis, mampu membantu pekerjaan manusia seperti perkembangan Iptek. Kemajuan iptek, mempunyai pengaruh signifikan terhadap cara berfikir, bersikap, maupun tingkah laku manusia. Dari dimensi yang satu kemajuan iptek membuat manusia lebih sempurna dalam menguasai, melestarikan dan mengelola alam untuk kepentingan dan kesejahteraan hidup mereka. tetapi pada sisi lain, kemajuan iptek justru menimbulkan dampak sampingan yang kurang menguntungkan bahkan mengancam kehidupan mereka, misalnya polusi biologi, kimia, perusakan, distrupsi fisik dan social serta memburuknya sumber tanah atau hutan ada indikasi semakin merosostnya nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Rum ayat 41 ظَهَرَ الْÙَسَاد٠ÙÙÙŠ الْبَرÙ٠وَالْبَØÙ’ر٠بÙمَا كَسَبَتْ أَيْدÙÙŠ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Ù„ÙÙŠÙØ°ÙيقَهÙمْ بَعْضَ Ø§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ عَمÙÙ„Ùوا لَعَلَÙÙ‡Ùمْ ÙŠÙŽØ±Ù’Ø¬ÙØ¹Ùونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Ayat ini jelas menjelaskan bahwa terjadinya kerusakan di belahan bumi akibat dari uloah perbuatan manusia. Saudara yang berbahagia Orang bijak berkata من أراد الدنيا ÙØ¹Ù„يه بالعلم Ùˆ من أراد Ø§Ù„Ø£ØØ±Ø© ÙØ¹Ù„يه بالعلم Ùˆ من أرادهما ÙØ¹Ù„يه بالعلم Barang siapa yang menghendaki dunia, maka ia hanya dapat meraihnya dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki akhirat, maka harus dengan ilmu dan barang siapa yang inginkan kedua-duanya juga harus dengan ilmu Pernyataan ini memuat pesan moral Rasulullah saw untuk menuntut ilmu sebagau benteng hidup dalam kancah percaturan era globalisasi, di masa tersebut menuntut bekal agar mampu bersaing dan bertahan hidup dalam dunia global. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masa ini disebut sebagai peradaban masyarakat informasi’ informasi menjadi kebutuhan primer da bahkan menjadi sumber kekuasaan, sebab informasi dapat mempengaruhi dan mengembalikan pikiran, sikap dan perilaku manusia. Ada pendapat bahwa siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali atau penguasa dunia. Dan pertanyaannya apakah ada seorang atau Negara muslim yang menguasai informasi? Jika tidak ada, maka bisa jadi kita terus menjadi bahan pemberitaan yang selalu dipojokkan. Hal ini karena kita sebagai muslim lemah dalam penguasaan teknologi informasi. Berikut saya sebutkan beberapa sisi kelemahan kita sebagai seorang muslim. Pertama, Islam lemah dalam penguasaan IT informasi teknologi. Pada era informasi ini, arus informasi dunia dikuasai dan dikendalikan non muslim yang memandang Islam sebagai musuh yang harus dihancurkan. Mereka menggunakan sarana informasi untuk mengangkat isu-isu global dan kepentingan mereka sendiri. Seperti isu HAM, demokrasi, lingkungan hidup, terorisme, jender, syyaiat islam, khilafah islamiyah yang semuanya itu dijadikan alat propaganda demi kepentingan mereka. Sedangkan umat Islam tidak mempunyai media massa yang memadai untuk memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam atau membela kepentingan agama dan umat. Akibatnya yang terjadi tidak tersalurkannya aspirasi umat, umat Islam hanya menjadi konsumen dan rebutan media massa lain yang tidak jarang membawa informasi yang tidak seimbang, subjektif dan terkadang menyesatkan. Umat Islam kini dibidik oleh medi massa yang tidak islami. Akibatnya umat dikuasai dan dijejali oleh nilai-nilai, budaya, sekulerisme, materialism, hedonism, kekerasan dan sebagainya. Akibat dari itu, tentunya dapat mempengaruhi pola pokir, sikap sehingga lambat laun dapat terbentuk karakter muslim yang fanatic. Saudara-saudara yang berbahagia Kedua, adanya pemojokan terhadap Islam, yakni pemberitaan yang tidak seimbang dan memojokkan islam di dunia internasional. Agar dunia membenci dan memandang negative kepada Islam. Di samping itu media massa kaum kafir gencar menyosialisasikan nilai-nilai, pemikiran, dan budaya mereka ke dunia Islam, agar pola pikir dan gaya hidup umat Muslim bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa link media massa, kantor-kantor berita, surat kabar pers, penerbitan, jaringan TV, radio dikuasai oleh orang-orang non muslim, dalam hal ini Yahudi seperti reuter, jaringan TV internasional CNN, BBC, CBS,NBS. Selain itu mereka juga menguasai perusahaan perfilman seperti FOX Company, Golden Company, Metro Company, Warners & Broos Company dan Paramount Company serta lain sebagainya. Melalui media-media tersebut Islam diopinikan negative. Mereka menciptakan pendapat umum bahwa Islam dan umatnya sebagai agama berbahaya, intoleran, anti demokrasi, ortodoks, haus darah dan entah apalagi melalui media massanya. Ketiga, Fobia terhadap Islam, yakni adanya pengaruh dari pemberitaan yang terus memojokkan dan mengopinikan Islam mengakibatkan terjadinya fobia terhadap Islam. penyakit ini pernah ditularkan oleh kaum kafir Quraisy. Ketakutan yang menimbulkan rasa benci terhadap Islam yang berasal dari ketidak tahuan mereka tentang Islam. Dan lebih dari itu mereka khawatir dengan Islam sebagai agama yang memiliki potensi mengancam kelandgsungan hidup. Boleh jadi, jika sekarang wajah Islam terkesan menakutkan, di samping karena banyak umat yang tidak melaksanakan Islam secara baik dan benar, juga terutama akibat keberhasilan propaganda kaum Salibis-Zionis lewat jaringan media massa yang mereka kuasai. Diantaranya dengan mempopulerkan istilah fundamentalis, radikalis, militant, ekstrimis, bahkan teroris. Hal seperti inilah yang membangun citra Islam sebagai agama yang menakutkan. Oleh karena itu, melalui khotbah ini mari senantiasa kita tingkatkan terus belajar ilmu pengetahuan terutama teknologi informasi dan media massa. Karena keduanya merupakan senjata yang mampu membentuk image agam islam sebagai rahmatan lil alamin. agama yang toleran, cinta damai, sadar HAM, dan persuasive. Ù‚Ùلْ يَا قَوْم٠اعْمَلÙواْ عَلَى مَكَانَتÙÙƒÙمْ Ø¥ÙÙ†ÙÙÙŠ عَامÙÙ„ÙŒ ÙَسَوْÙÙŽ تَعْلَمÙونَ Ù…ÙŽÙ† تَكÙÙˆÙ†Ù Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽØ§Ù‚ÙØ¨ÙŽØ©Ù الدÙÙØ§Ø±Ù Ø¥ÙÙ†ÙŽÙه٠لاَ ÙŠÙÙÙ’Ù„ÙØÙ Ø§Ù„Ø¸ÙŽÙØ§Ù„ÙÙ…Ùونَ Katakanlah "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu sesungguhnya akupun berbuat pula. Kelak kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. al-An’am 135 بَارَكَ الله٠لÙيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙيْ Ø§Ù’Ù„Ù‚ÙØ±Ù’آن٠اْلعَظÙيْم٠وَنَÙَعَنÙÙŠ ÙˆÙŽØ¥ÙŠÙŽÙØ§ÙƒÙمْ ÙØ¨Ù…َا ÙÙيْه٠مÙÙ†ÙŽ اْلآياَت٠وَالذكْر ÙØ§Ù„Ù’ØÙŽÙƒÙيْم٠وَتَقَبَÙÙ„ÙŽ Ù…ÙÙ†ÙÙÙŠ ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ تÙلاَوَتَه٠إنَÙÙ‡Ù Ù‡ÙÙˆÙŽ السَÙÙ…Ùيْع٠اْلعَلÙيْم٠Khutbah II اَلْØÙŽÙ…ْد٠لله٠عَلىَ Ø§ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ùه٠وَالشÙÙكْر٠لَه٠عَلىَ تَوْÙÙيْقÙه٠وَاÙمْتÙنَانÙÙ‡Ù. وَاَشْهَد٠اَنْ لاَ اÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ اÙلاَ٠الله٠وَالله٠وَØÙ’دَه٠لاَ شَرÙيْكَ لَه٠وَاَشْهَد٠اَنَ٠سَيÙÙØ¯ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù‹Ø§ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙØ§Ø¹ÙÙ‰ اÙلىَ Ø±ÙØ¶Ù’وَانÙÙ‡Ù. اللهÙمَ٠صَلÙ٠عَلَى سَيÙÙØ¯Ùنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù ÙˆÙØ¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اَلÙه٠وَاَصْØÙŽØ§Ø¨Ùه٠وَسَلÙÙمْ تَسْلÙيْمًا ÙƒÙØÙŠÙ’Ø±Ù‹Ø§ Ø§ÙŽÙ…ÙŽÙØ§ بَعْد٠Ùَياَ اَيÙÙهَا Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Ø§ÙØªÙŽÙÙ‚Ùوااللهَ ÙÙيْمَا اَمَرَ وَانْتَهÙوْا Ø¹ÙŽÙ…ÙŽÙØ§ Ù†ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمÙوْا اَنَ٠الله٠اَمَرَكÙمْ Ø¨ÙØ§ÙŽÙ…ْر٠بَدَأَ ÙÙيْه٠بÙÙ†ÙŽÙْسÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØÙŽÙ€Ù†ÙŽÙ‰ بÙمَلآ ئÙكَتÙه٠بÙÙ‚ÙØ¯Ù’سÙه٠وَقَالَ تَعاَلَى اÙنَ٠اللهَ وَمَلآ ئÙÙƒÙŽØªÙŽÙ‡Ù ÙŠÙØµÙŽÙ„ÙÙوْنَ عَلىَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¨ÙÙ‰ يآ اَيÙÙهَا Ø§Ù„ÙŽÙØ°Ùيْنَ آمَنÙوْا صَلÙÙوْا عَلَيْه٠وَسَلÙÙÙ…Ùوْا تَسْلÙيْمًا. اللهÙمَ٠صَلÙ٠عَلَى سَيÙÙØ¯Ùنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù صَلَÙÙ‰ الله٠عَلَيْه٠وَسَلÙÙمْ وَعَلَى آل٠سَيÙÙØ¯Ùناَ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù وَعَلَى اَنْبÙيآئÙÙƒÙŽ ÙˆÙŽØ±ÙØ³ÙÙ„ÙÙƒÙŽ وَمَلآئÙكَة٠اْلمÙÙ‚ÙŽØ±ÙŽÙØ¨Ùيْنَ وَارْضَ اللÙÙ‡Ùمَ٠عَن٠اْلØÙÙ„ÙŽÙÙŽØ§Ø¡Ù Ø§Ù„Ø±ÙŽÙØ§Ø´ÙدÙيْنَ اَبÙÙ‰ بَكْرÙوَعÙÙ…ÙŽØ±ÙˆÙŽØ¹ÙØÙ’Ù…ÙŽØ§Ù† وَعَلÙÙ‰ وَعَنْ بَقÙÙŠÙŽÙØ©Ù Ø§Ù„ØµÙŽÙØÙŽØ§Ø¨ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽØ§Ù„ØªÙŽÙØ§Ø¨ÙعÙيْنَ ÙˆÙŽØªÙŽØ§Ø¨ÙØ¹ÙÙŠ Ø§Ù„ØªÙŽÙØ§Ø¨ÙعÙيْنَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¨ÙØ§ÙØÙ’سَان٠اÙلَىيَوْم٠الدÙÙيْن٠وَارْضَ Ø¹ÙŽÙ†ÙŽÙØ§ مَعَهÙمْ Ø¨ÙØ±ÙŽØÙ’Ù…ÙŽØªÙÙƒÙŽ يَا اَرْØÙŽÙ…ÙŽ Ø§Ù„Ø±ÙŽÙØ§ØÙÙ…Ùيْنَ اَللهÙمَ٠اغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙÙ„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽØ§ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùمَات٠اَلاَØÙ’يآء٠مÙنْهÙمْ وَاْلاَمْوَات٠اللهÙÙ…ÙŽÙ Ø§ÙŽØ¹ÙØ²ÙŽÙ Ø§Ù’Ù„Ø§ÙØ³Ù’لاَمَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ وَأَذÙلَ٠الشÙÙØ±Ù’ÙƒÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ´Ù’رÙÙƒÙيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù†Ù’ØµÙØ±Ù’ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽÙƒÙŽ Ø§Ù’Ù„Ù…ÙÙˆÙŽØÙÙØ¯ÙÙŠÙŽÙØ©ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù†Ù’ØµÙØ±Ù’ مَنْ نَصَرَ الدÙÙيْنَ وَاØÙ’ذÙلْ مَنْ ØÙŽØ°ÙŽÙ„ÙŽ Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽ دَمÙÙØ±Ù’ اَعْدَاءَالدÙÙيْن٠وَاعْل٠كَلÙمَاتÙÙƒÙŽ اÙÙ„ÙŽÙ‰ يَوْمَ الدÙÙيْنÙ. اللهÙمَ٠ادْÙَعْ Ø¹ÙŽÙ†ÙŽÙØ§ اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَÙلاَزÙÙ„ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØÙŽÙ†ÙŽ وَسÙوْءَ اْلÙÙØªÙ’Ù†ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØÙŽÙ†ÙŽ مَا ظَهَرَ Ù…Ùنْهَا وَمَا بَØÙŽÙ†ÙŽ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ بَلَدÙنَا اÙنْدÙونÙيْسÙÙŠÙŽÙØ§ ØØ¢ØµÙŽÙةً ÙˆÙŽØ³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù اْلبÙÙ„Ù’Ø¯ÙŽØ§Ù†Ù Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ Ø¹Ø¢Ù…ÙŽÙØ©Ù‹ يَا رَبَ٠اْلعَالَمÙيْنَ. رَبَÙنَا آتÙناَ ÙÙÙ‰ الدÙÙنْيَا ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙÙÙ‰ اْلآØÙرَة٠ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙ‚Ùنَا عَذَابَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø±Ù. رَبَÙنَا ظَلَمْنَا اَنْÙÙØ³ÙŽÙ†ÙŽØ§ÙˆÙŽØ§Ùنْ لَمْ تَغْÙÙØ±Ù’ لَنَا وَتَرْØÙŽÙ…ْنَا Ù„ÙŽÙ†ÙŽÙƒÙوْنَنَ٠مÙÙ†ÙŽ اْلØÙŽØ§Ø³ÙرÙيْنَ. Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽØ§Ù„له٠! اÙنَ٠اللهَ ÙŠÙŽØ£Ù’Ù…ÙØ±Ùنَا Ø¨ÙØ§Ù’Ù„Ø¹ÙŽØ¯Ù’Ù„Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ø§ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ù ÙˆÙŽØ¥Ùيْتآء٠ذÙÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ù‚ÙØ±Ù’بىَ وَيَنْهَى عَن٠اْلÙÙŽØÙ’شآء٠وَاْلمÙنْكَر٠وَاْلبَغْي ÙŠÙŽØ¹ÙØ¸ÙÙƒÙمْ لَعَلَÙÙƒÙمْ ØªÙŽØ°ÙŽÙƒÙŽÙØ±Ùوْنَ ÙˆÙŽØ§Ø°Ù’ÙƒÙØ±Ùوااللهَ اْلعَظÙيْمَ ÙŠÙŽØ°Ù’ÙƒÙØ±Ù’ÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ§Ø´Ù’ÙƒÙØ±Ùوْه٠عَلىَ Ù†ÙØ¹ÙŽÙ…ÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØ²ÙØ¯Ù’ÙƒÙمْ وَلَذÙكْر٠الله٠اَكْبَرْ Red Ulil H. Sumber Prof. Dr. Nasaruddin Umar Edt 2010, Islam dan Terorisme. Pustaka Cendekia Muda.
ceramah tentang kemajuan teknologi