Category Jumat Agung. April 19, 2019 May 18, 2019; Punguan Parningotan di Sitaonon/Hamamate ni Tuhan Jesus. Continue reading More Tag. Open post. Jadwal Malam Passion. April 16, 2019 May 18, 2019; Informasi terkait jadwal ibadah Malam Passion. Continue reading More Tag. Open post. Punguan Na Hohom. March 30, 2018 April 4, 2018; Ap by hanyaanugrah PERENUNGAN JUM’AT AGUNG SUDAH SELESAI ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya”.(Yoh.19:30) 1.Menyelesaikan tugas tugas pekerjaan rumah adalah menjadi target bagi seorang murid. IbadatJumat Agung: Jumat, 19 April 2019 HARI JUMAT AGUNG 2019 MENGENANGKAN SENGSARA DAN WAFAT TUHAN IBADAT JUMAT AGUNG - Jumat, 10 April 2020 Ibadat Penghormatan Salib: Jumat, 2 April 2021 (Jumat Agung) JUMAT AGUNG TAHUN A/B/C Liturgi Perayaan Sengsara Tuhan: Jumat, 15 April 2022 (JUMAT AGUNG) Renungan Katolik Beritadan foto terbaru Perayaan Jumat Agung - Jemaat Daftar Lewat WhatsApp Untuk Ikut Ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Yoseph Palembang. Jumat, 15 Juli 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; Jumat, 19 April 2019 . berita TERKINI. Lucunya Ameena Ketika Diajak Naik Pesawat Ke Italy, Baby Mochi Terus Mengoceh dan Ingin Diajak Main Liburpemilu 17 April 2019 yang diikuti long weekend dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur. Di Pangandaran, reservasi hotel mulai berdatangan. libur pemilu 17 April (Rabu) disusul libur hari Jumat Agung pada 19 April (Jumat). Bagi mereka yang memilih cuti pada 18 April, maka tersedia lima hari untuk berlibur, mulai 17 April hingga AdaCorona, GPdI Ekklesia Gorontalo Gelar Kebaktian Jumat Agung Secara Daring. AKURAT.CO, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) . - Hari ini Jumat, 19 April 2019 ditetapkan sebagai hari libur peringatan hari besar keagamaan Jumat Agung atau dalam kalender nasional disebut Wafatnya Isa Almasih. Jumat Agung adalah peringatan ketika Yesus Kristus disalibkan untuk membayar hukuman atas dosa-dosa, dan memberikan keselamatan kepada semua orang melalui kebangkitan-Nya dari kematian. Dalam perayaan hari tersebut, banyak gereja yang akan menggelar berbagai perayaan atau acara. Namun di luar segala bentuk perayaan tersebut, ternyata Jumat Agung juga sering disebut sebagai 'Good Friday'. Jumat Agung sering disebut sebagai 'Good Friday' atau Jumat Baik karena Yesus datang memenuhi misi-Nya dan menyelesaikan-Nya dengan tuntas. Peringatan Jumat Agung masih satu rangkaian dengan Minggu Palma, Kamis Putih, dan Paskah yang disebut sebagai Pekan Suci. Pada pekan kemarin, umat Nasrani memperingati Minggu Palma. Lalu berlanjut dengan Kamis Putih pada 18 April, Jumat Agung pada 19 April, Vigili Paskah tanggal 20 April, dan Hari Raya Paskah pada 21 April 2019. Dalam kalender nasional, hari Jumat Agung ditetapkan sebagai hari libur atau tanggal merah untuk memperingati Wafatnya Isa Almasih. Seperti diketahui, Jumat Agung adalah peristiwa mengenang penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Sedangkan Paskah adalah peristiwa mengenang kebangkitan Yesus yang bangkit dari kematian pada hari Minggu. Tanggal peringatan Paskah selalu berubah karena menggunakan sistem penanggalan Bulan-Matahari luni-solar, yakni perpaduan antara sistem penanggalan matahari dan penanggalan bulan. Pada Pekan Suci, berbagai gereja di Indonesia akan menyelenggarakan ibadah misa. Selain beribadah ke gereja, Anda juga dapat mengucapkan selamat Hari Jumat Agung dan Hari Paskah ke keluarga, teman, ataupun kolega yang merayakan. KISAH SENGSARA MENURUT YOHANESRekan-rekan yang baik!Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini Yoh 181-1942 sempat mengemuka dalam sebuah pembicaraan dengan sang empunya cerita, yakni Yohanes penginjil. Yang pertama berkisar pada hubungan antara kata-kata terakhir Yesus di salib, yakni “sudah selesai” Yoh 1930, Yunaninya “tetelestai” dan catatan Yohanes mengenai mengasihi “sampai pada kesudahannya” Yoh 131, “eis telos”. Yang kedua membicarakan perihal jubah Yesus yang diundi para serdadu Yoh 1923-24. Tema ketiga berhubungan dengan arti “darah dan air” yang keluar dari lambung Yesus Yoh 1934. Beliau tidak keberatan surat-menyurat ini ikut dibaca rekan-rekan.=======================================Oom Hans yang baik!Ketika menyiapkan tulisan mengenai Kisah Sengsara yang dibacakan pada hari Jumat Agung, terpikir kata-kata Yesus “Sudah selesai!” Yoh 1930. Seorang rekanYesuit di Internos ingin memahaminya sebagai ungkapan rasa lega, penderitaan sudah lewat, rampunglah karya keselamatannya. Tapi rasanya kok gak sreg dengan bahasa seperti itu. Seperti tontonan layar turun, tamat, selesai, kukut, bubar. Kan aslinya di situ ada tertulis dalam bahasa Yunani “tetelestai”, dan kalo kagak keliru dari kata “telos”, yakni tujuan akhir yang merangkum perjalanan dari awal, yang memberi arti pada semua yang telah dijalani. Rasa-rasanya Yesus hendak mengatakan kini sudah terlaksana sampai utuh. Seperti versi Latin yang cespleng “consummatum est”, dengan dua “m” itu. Kan consummatum itu rak dari consummare, con + summa, “merangkum semua jadi utuh”, dan bukan dari consumere satu m, “menghabiskan” makanan, waktu, duit yang ada hubungannya dengan konsumsi. Orang Jakarta bilang udah kecapai, kalau di Jawa ya wis klakon. Oom gimana?Ada lagi soal lain. Kalau ndak salah, sepertinya hendak digarisbawahi gagasan bahwa Yesus itu kurban Paskah yang diterima Yang Di Atas sana sehingga benar-benar menjadi silih dosanya umat manusia. Karena itu Oom kasih kronologi lain, yaitu penyaliban terjadi sebelum Paskah, tidak seperti Marc dll. yang menaruh Paskah pada perjamuan malam terakhir. Iya kan? Saya sudah pernah katakan di sebuah milis bahwa perjamuan terakhir di mana Yesus membasuh kaki murid-murid itu bukan perjamuan Paskah, melainkan awal perjamuan itu disebutkan bahwa Yesus mengasihi orang-orangnya yang di dunia ini dan betul mengasihi “eis telos”, sampai pada kesudahannya, sampai tuntas Yoh 131. Apa ini semacam antisipasi atau padahan bagi kata-kata Yesus “tetelestai”, sudah terlaksana, yang diucapkannya pada saat terakhir di salib? Bila begitu kedua ayat itu memang saling menjelaskan. Yesus mengasihi orang-orangnya sampai terlaksana sesuatu yang mengubah arah hidup mereka, dan hidupnya sendiri, begitu kan?Ada yang tanya nomer hapenya Oom, ingin kirim SMS buat Oma Miryam seperti ini 2UBOK4ever, 😉 + -. Kawan-kawan itu sekarang genggamannya ponsel sih, dan bukan lagi nanti,Gus==========================================Jawaban Oom HansPax!Betul seperti yang kaukatakan. Perkaranya, ketika mengucap “tetelestai” Yoh 1930, Yesus sebetulnya berseru kepada Bapanya di surga, seperti hendak mengatakan “Bapa, telah kujalani semua sampai di tujuannya,. Sekarang kupasrahkan pada-Mu semuanya!” Terjemahan Indonesia “Sudah selesai!” memang rasanya kurang pas karena hanya seperti mengatakan sudah tak ada apa-apa lagi. Mungkin “Sudah terlaksana!” atau ungkapan seperti itu akan lebih cocok. Asal membuat orang mengerti yang hendak kukatakan, seruan Yesus “tetelestai” itu disampaikannya kepada Bapanya, Tetapi kami dulu ikut mendengarnya. Kejadian itu mengajar banyak tentang dia, tentang Tuhan, tentang kasih yang diucapkannya berkali-kali selama jamuan makan yang penghabisan kalinya itu. Mula-mula aku mengira Yesus ketika itu hanya aneh-aneh saja. Tapi, gagasan “consummatum est” ua “m” ini kunci untuk memahami semua yang terjadi padanya dan apa-apa yang diberikan kepada dengar kau lihat kaitan antara “tetelestai” menurutmu “sudah terlaksana” dengan “eis telos” bagimu “sampai tuntas” yang diucapkan dalam jamuan makan penghabisan tadi Yoh 131. Betul, dengan latar belakang itu, wafatnya di salib memberi makna pada “mengasihi orang-orang yang dipercayakan padanya yang kini masih ada di dunia”, artinya yang masih terancam kegelapan dan kekuatan jahat. Ia mengawani kita, menuntun kita berjalan melewati lorong-lorong hidup yang paling kelam. Kita boleh yakin tak bakal ditinggalkan oleh dia yang diutus oleh Bapa untuk membawa kami kembali kepada-Nya, ke sumber kehidupan, ke sumber pertanyaanmu yang kedua, betul, Yesus memang anak domba Paskah yang sesungguhnya. Bukan karena Yang Maha Kuasa itu suka pengorbanan dan darah muncrat dari orang ini, tidak, tidak! Yang mau disampaikan dengan bahasa itu begini. Darahnya, pengorbanannya itu kini berperan seperti darah anak domba dalam Kelu 1213 menandai rumah agar tidak didatangi wabah penyakit dan kematian yang melanda. Jadi ketika Yesus wafat di salib dalam artian itu, Yang Maha Kuasa sendiri mengambilnya dan dengan demikian kegelapan tersingkir kekuatannya daripadanya. Itulah Terang SabdaNya. Paham?Eh, tak usah mencoba menyama-nyamakan urutan kronologi kisah sengsara dalam tulisanku dengan ceritanya Mark. Pembasuhan kaki – peristiwa yang tak dikenal Marc dan dua orang muda lainnya nanti – sebenarnya ialah pembukaan jamuan Paskah yang baru, yaitu pengurbanan Anak Domba Allah di kayu salib. Aku juga sudah baca esai yang kau tulis tentang pembasuhan kaki untuk Kamis Putih kalian. Ya, Yesus ingin berbagi sangkan paran, berbagi asal dan tujuan, dengan kita semua sehingga kita bisa jadi anak-anak Yang Maha Kuasa, terlindung dari yang jahat!Oma Miryam baik-baik saja. Ia geli melihat SMS itu. Lalu ada malaikat kecil di sini yang mengajarinya membaca itu emoticon kalian yang lucu-lucu itu. Ia mendiktekan jawabannya, begini Thanx >, ;-*. Ah, tapi janganlah kita omong kayak hangat,Hans=======================Oom Hans!Terima kasih buat penjelasan dalam surat barusan. Ada soal lagi. Marc, Matt, Luc bercerita bahwa serdadu yang berjaga di tempat penyaliban mengundi pakaian Yesus di antara mereka. Oom juga ke arah itu, tapi lebih mendetail. Ada catatan bahwa selain membagi-bagi pakaian, empat serdadu di situ mengundi jubah Yesus yang terbuat dari satu tenunan kain utuh tanpa jahitan sehingga tetap utuh. Dan dalam Yoh 1924 bahkan ada kutipan dari Mazmur 2219 “mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka dan membuang undi atas jubahku.”Apa ada penjelasannya? Mohon pencerahan. Apa dengar semua ini dari Oma Mir, Bu Mary Kleopas dan Tante Lena yang katanya ada di kaki salib waktu itu?Sampai lain kali,Gus=============================================Pax!Kok bersoal melulu! Tentu saja aku melihat semuanya, aku mendengar semuanya. Kalau mau, tanyakan kepada ibu-ibu yang juga ada di situ. Semua ini kuceritakan pada kalian supaya kalian bisa ikut serta dalam peristiwa itu. Kami ini mata dan telinga kalian bagi peristiwa memakai Mazmur 2219? Ah, kami waktu itu baru sadar bahwa yang terjadi pada Yesus sesungguhnya sudah sejak lama diketahui orang bijak dari zaman dulu. Yesus memang sedang dikepung lawan-lawannya. Ia tidak dianggap bermartabat manusia lagi, kecuali oleh kami yang mengikutinya. Bahkan pakaiannya pun dijarah. Kalian kan tahu, bagi kami orang Semit zaman dulu, pakaian itu membuat orang yang memakainya kelihatan, membuat kentara siapa orangnya. Pakaian itu seperti badan, apalagi jubah yang utuh dari atas ke bawah itu. Semuanya ditanggalkan dari diri Yesus sehingga sulit kelihatan lagi bahwa ia juga ada harganya sebagai manusia. Tak perlu kalian cari-cari tafsiran apa ini jubah imam menurut praktek liturgi Yahudi juga terbuat dari tenunan utuh. Memang ada kemiripannya, tapi bukan ke arah itulah pembicaraan itu waktu. Hanya mau kutegaskan bahwa kini kemungkinannya untuk masih sedikit tampak sebagai manusia sudah dijarah habis-habisan sampai tak bersisa. Yang tinggal hanya penderitaan yang sulit diterima akal. Bahkan juga oleh kami yang dekat kan, Pilatus sendiri mencoba menunjukkan dalam 195 “Lihatlah orang itu!”, tapi orang banyak di alun-alun itu sudah jadi lupa daratan dan tak mampu lagi berpikir jernih untuk mengenalinya. Apalagi ketika ia ada di salib. Pakaian yang bakal menunjukkan ia masih bisa dianggap orang juga sudah dibagi-bagikan. Habis. Ini kami saksikan sendiri. Dan Mazmur keramat tadi membantu. Seperti pengarang Mazmur itu, kami juga percaya akan datang pertolongan dari atas. Yang Maha Kuasa sendiri nanti akan memberinya “pakaian” yang tak bisa ditanggalkan orang lagi. Malah nanti Dia akan menjadi pakaiannya. Yesus akan semakin dikenal sebagai yang sedemikian dekat dengan Yang Ilahi berhenti menemukan hal-hal baru dalam peristiwa yang dikisahkan mengenai Yesus itu. Penulis Injil hanya memberi kesaksian. Kalau kauterima kesaksian itu maka kalian sendiri akan ikut memasuki peristiwa itu dan menemukan makna-makna baru. Bukankah demikian kehidupan yang lahir kembali dari atas, seperti yang pernah dikatakan kepada Nikodemus dulu Yoh 33 dan 7? Dan dalam peristiwa kali ini ia juga datang – tengok Yoh 1939 – ia membawa minyak mur dan minyak gaharu, dan tidak sedikit, sekitar 50 kati. Ini penghargaan bagi seorang Raja yang berangkat ke perjalanan jauh – ke atas sana!Salam teguh,Hans=====================Oom Hans yang baik!Terima kasih banyak. Tak pernah terduga ada kaitannya dengan Nikodemus! Masih ada pertanyaan lagi, maaf kalau terasa kelewat ingin tahu. Ketika lembing ditusukkan, yang keluar dari lambung Yesus ialah darah dan air Yoh 1934. Apa sih maksudnya? Mark dkk. tidak tahu-menahu tentang perkara itu. Kemarin saya konsultasi perkara itu dengan Luc ketika ngobrol lewat Google Talk Dia malah kasih komentar, ah, Oom Hans kita itu aneh-aneh, paranormal salam buat Oma Miryam begini -* soal darah dan air yang keluar dari lambung Yesus. Begini. Seperti para leluhur kami dahulu, kami membayangkan darah sebagai tempatnya kehidupan dan air sebagai kekuatan yang menopang dan melangsungkan kehidupan. Ketika Yesus meninggal di kayu salib, yang mengalir keluar dari dirinya ialah kehidupan dan kekuatan penopangnya. Itulah yang hendak aku bukan ahli anatomi, tapi aku melihat lebih jauh. Kan sudah kukatakan dalam bab 19 bahwa aku menyaksikan semua ini. Juga sekarang ini masih tetap aku ingin berbagi pengalaman dan kesaksian itu dengan sudah jam dua malam nih!😮 B4N!Hans LITURGI JUMAT AGUNG Perjamuan Kudus Jumat, 19 April 2019 Kebaktian I Pk. Pdt. Ni Luh Yuni Ambarawati, Teol Kebaktian II Pk. Bishop Em. Drs. I Wayan Sudira Husada, MM Kebaktian III Pk. Pdt. I Made Budiarsa, Kerumah-rumah Pdt. Ni Luh Yuni Ambarawati, Teol Persiapan Jemaat Doa pribadi Persiapan Pendeta, Majelis Jemaat Pemandu Pujian, dan Organis Doa bersama di Konsistori Gong dibunyikan 7 kali 3+3+1 Jemaat bersama-sama berdiri, Majelis 3 keluar dari Konsistori membawa lilin yang menyala sebagai lambang Theopani, diikuti Majelis 7 yang mengambil api lilin untuk dibawa kebalai serbaguna & Majelis 1 yang mengajak Jemaat memulai ibadah. PANGGILAN BERIBADAH Majelis Saudaraku yang terkasih, suatu pengakuan bahwa jika kita bisa bersama saat ini, di sini, itu karena tangan Tuhan yang mengumpulkan kita. Tangan itu terus memberkati kita, marajut kasih yang rusak karena salah dan dosa kita. Jemaat Terima kasih Tuhan yang baik. Berkatilah kami!. Majelis Saudara sekalian, kita semua telah tiba di dalam rumah-Nya, dan segera memulai kebaktian Jumaat Agung’ di tahun 2019 ini. Saya mengajak kita semua untuk mengambil saat teduh ……..jemaat diundang berdiri…. Pada kita ada sukacita besar atas berkat-berkat-Nya. Sebab itu katakanlah Jemaat Ya Allah, terima kasih untuk segalah kemurahan-Mu!. Majelis Tanda hormat dan syukur pada-Nya, pujilah Dia!. Untuk itu, saya mengajak saudara untuk masuk dalam hadirat Tuhan dan dengan suara yang sangat merdu, kita lagukan pujian Terpujilah Allah NKB. 3 1-2 Prosesi Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah VOTUM DAN SALAM Pendeta Saudaraku yang terkasih, Allah menghendaki agar kita menjadi berkat bagi dunia, sebagaimana yang Ia lakukan untuk kita. Dia telah merajut kasih Bapa-Nya dengan Manusia. Dalam keberasamaan ini, untuk kesekian kalinya kita merayakan kasih itu. Saudaraku, kita telah berdiri dihadapan Tuhan, masuk bersama di dalam kebaktian Jumat Agung. Marilah bersama-sama dalam iman kita mengucapkan bahwa Bersama Pertolongan kami adalah dari Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi. Yang tetap setia atas perbuatan tangan-Nya. Pendeta Salam damai sejahtera dari Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus menyertai saudara sekalian. Jemaat Salam damai sejahtera bagi Saudara juga. Bersama menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . . A . . . . . min Jemaat duduk kembali INTROITUS Yohanes 316 PANGGILAN BERIBADAH Majelis Saudaraku yang terkasih, suatu pengakuan bahwa jika kita bisa bersama saat ini, di sini, itu karena tangan Tuhan yang mengumpulkan kita. Tangan itu terus memberkati kita, marajut kasih yang rusak karena salah dan dosa kita. Jemaat Terima kasih Tuhan yang baik. Berkatilah kami!. Majelis Saudara sekalian, kita semua telah tiba di dalam rumah-Nya, dan segera memulai kebaktian Jumaat Agung’ di tahun 2019 ini. Saya mengajak kita semua untuk mengambil saat teduh ……..jemaat diundang berdiri…. Pada kita ada sukacita besar atas berkat-berkat-Nya. Sebab itu katakanlah Jemaat Ya Allah, terima kasih untuk segalah kemurahan-Mu!. Majelis Tanda hormat dan syukur pada-Nya, pujilah Dia!. Untuk itu, saya mengajak saudara untuk masuk dalam hadirat Tuhan dan dengan suara yang sangat merdu, kita lagukan pujian Terpujilah Allah NKB. 3 1-2 Prosesi Pendeta dan Majelis Jemaat memasuki ruang ibadah VOTUM DAN SALAM Pendeta Saudaraku yang terkasih, Allah menghendaki agar kita menjadi berkat bagi dunia, sebagaimana yang Ia lakukan untuk kita. Dia telah merajut kasih Bapa-Nya dengan Manusia. Dalam keberasamaan ini, untuk kesekian kalinya kita merayakan kasih itu. Saudaraku, kita telah berdiri dihadapan Tuhan, masuk bersama di dalam kebaktian Jumat Agung. Marilah bersama-sama dalam iman kita mengucapkan bahwa Bersama Pertolongan kami adalah dari Tuhan, yang telah menjadikan langit dan bumi. Yang tetap setia atas perbuatan tangan-Nya. Pendeta Salam damai sejahtera dari Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus menyertai saudara sekalian. Jemaat Salam damai sejahtera bagi Saudara juga. Bersama menyahut 5 3 4 5 6 5 4 5 . . A . . . . . min Jemaat duduk kembali INTROITUS Yohanes 316 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal Pujian jemaat “Kasih Yang Sempurna” – 2X Kasih yang sempurna telah, Ku t’rima dari-Mu, bukan kar’na kebaikanku. hanya oleh Kasih Karunia-Mu; Kau pulihkan aku, layakan ku tuk dapat memanggilmu, Bapa Refrein Kau b’ri yang ku pinta, Saat kumencari kumendapatkan, Ku ketuk pintu-Mu dan Kau bukakan, S’bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Tak kan Kau biarkan, Aku melangkah hanya sendirian. Kau selalu ada bagiku, S’bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. PEMBACAAN MAZMUR MINGGU 222-6,12,23-28 MJ. 4 Majelis 2 Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku? Jemaat Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. Majelis 3 Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, Jemaat dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. Majelis 4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam Jemaat di atas puji-pujian orang Israel. Majelis 5 Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; Jemaat mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka. Majelis 6 Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; Jemaat kepada-Mu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu. Majelis 12 Janganlah jauh dari padaku, Jemaat sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong. Majelis 23 Aku akan memasyurkan nama-Mu kepada saudara -saudaraku. Jemaat dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah Majelis 24 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, Jemaat hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel! Majelis 25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik Jemaat kesengsaraan orang yang tertindas. Majelis dan Ia menyembunyikan wajahNya kepada orang itu Jemaat dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. Majelis 26 Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; Jemaat nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia Majelis 27 Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, Jemaat orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya! Majelis 28 Segala ujung bumi akan mengingatnya Jemaat dan berbalik kepada TUHAN; Majelis dan segala kaum dari bangsa-bangsa Jemaat akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Majelis Haleluya Jemaat Amin DOA SYUKUR DAN PENGAKUAN DOSA Pendeta Doa Syukur dan Pengakuan Dosa Pujian “Kasih Dari Sorga” Kasih dari surga memenuhi tempat ini Kasih dari Bapa surgawi Kasih dari Yesus mengalir dihatiku Membuat damai dihidupku Mengalir kasih dari tempat tinggi Mengalir kasih dari tahta Allah Bapa Mengalir … mengalir … mengalir dan mengalir Mengalir memenuhi hidupku BERITA ANUGERAH I Yohanes 410 Pendeta Inilah kasih itu Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Jemaat menyambut dengan berdiri dan saling bersalaman sambil berkata “Tuhan menebus dosa kita semua” Jemaat diundang berdiri PETUNJUK HIDUP BARU Roma 74 Pendeta Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah. Pujian Jemaat Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan NKB. 1991-3 PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN Doa Epiklese Pembacaan Firman Yohanes 1916-30 Pdt Kotbah Saat teduh diiringi instrumental PADUAN SUARA/VG PS. JKK “Mati Demi Aku” – Ibadah II D’Base Harmony “Sujud di AltarNya” – Ibadah III PENGAKUAN IMAN RASULI MJ. 5 Jemaat duduk PELAYANAN SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS Penetapan Perjamuan Kudus Arti Perjamuan Kudus Persiapan Diri Dalam saat teduh ini Pendeta turun dari mimbar, pimpinan pujian menyanyikan dalam kelembutan pujian Gembala Baik Bersuling Nan Merdu-KJ. 415 Di Meja Perjamuan Kudus Tuhan Tutup sarana Perjamuan Kudus dibuka oleh Majelis Jemaat. Setelah menerima Sakramen Perjamuan Kudus, Jemaat secara teratur membawa persembahan khusus ke tempat yang telah disiapkan sambil diiringi pujian Gembala Baik Bersuling Nan Merdu-KJ. 415 Jemaat diundang berdiri Doa Syukur oleh seorang penatua Terima kasih Tuhan, kami sudah Tuhan perkenankan untuk sekali lagi mengingat cinta kasih Tuhan yang tak terukur oleh kami itu. Engkau telah datang ke dunia karena Engkau tidak sampai hati melihat kami binasa. Karya penyelamatan-Mu yang tampak nyata pada salib Kristus sungguh menyatakan keajaiban kasih-Mu. Terimakasih Tuhan karena Tuhan sudah selamatkan dan lepaskan kami dari hukuman dosa yang sangat mengerikan itu. Hidup yang kekal telah Engkau berikan kepada kami dengan cuma-cuma, sehingga hati kami dipenuhi oleh sukacita. Terpujilah nama-Mu Tuhan! Amin! BERITA JEMAAT MJ. 1 DOA SYAFAAT PERSEMBAHAN Yunus 29 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!” Jemaat Menyanyi Bagi Yesus Kuserahkan KJ. 3631-dst Jemaat diundang berdiri DOA PERSEMBAHAN MJ. 6 PUJIAN PENGUTUSAN Serikat Persaudaraan KJ. 2491,3 PENUTUP/BERKAT Pendeta ——— Jemaat Amin Jemaat Menyanyi Haleluya 5X, Amin 3X PUJIAN Tenanglah Kini Hatiku KJ. 4101,3 TUGAS MAJELIS JEMAAT DAN PELAYAN MUSIK IBADAH JUMAT AGUNG, 19 APRIL 2019 KEBAKTIAN I KEBAKTIAN II KEBAKTIAN III 1. Dkn. I Made Agus Miadi Dkn. I Made Agus Miadi Pnj. Tumiyati Bambang S 2. Dkn. Bambang Trispriyandaru Dkn. Bambang Trispriyandaru Pnt. Magdalena Hehakaya 3. Pnj. Istia Dirk Pnj. Istia Dirk Pnj. I Wayan Sudana 4. Dkn. Nyoman Nurhandayani Dkn. Nyoman Nurhandayani Dkn. Dewi Ekawati Karmawan 5. Pnt. Suhito Pnt. Suhito Pnj. Bayu Widjayanto 6. Pnj. Marliantini Korasa Pnj. Marliantini Korasa Pnj. Ussyana Dethan 7. Dkn. Ratnawati Dkn. Ratnawati Pnt. I Made Sumarna 8. Pnj. Krisna Putra Pnj. Krisna Putra Pnj. Benyamin Herman H 9. Pnt. Julianto Arisaputra Pnt. Julianto Arisaputra Pnt. I Putu Geria Astawa 10. Pnt. Djois Waluwanja Pnt. Djois Waluwanja Dkn. Ni Putu Widani Astuti 11. Pnj. Wayan Suarya Pnj. Wayan Suarya Dkn. Luscius J. Riwu Kore 12. Dkn. Ketut Sutisna Soekaria Dkn. Ketut Sutisna Soekaria Dkn. Putu Steven Eka Putra 13. Pnt. I Made Kertiyana Pnt. I Made Kertiyana Pnj. IGM. Samekto PY 14. Dkn. Sunarno Dkn. Sunarno Pnt. Fransina Atading L 15. Pnj. Lende Tanggela Pnj. Lende Tanggela Pnt. Yossy Maykel Puturuhu 16. Pnt. Made Rai Miarsa Pnt. Made Rai Miarsa – 17. Dkn. RE. Takari Palinggi Dkn. RE. Takari Palinggi – TUGAS MAJELIS JEMAAT PERJAMUAN KERUMAH-RUMAH NAMA MAJELIS RUMAH JEMAAT Grup I pk. kumpul di JKK Dilayani oleh Pdt. Ni Luh Yuni Ambarawati, Teol 1. Pnj. I Ketut Dharma 2. Dkn. Budi Listianto 3. Dkn. GA. Stiti Sudastri 4. Pnt. Priska Soetapa – Kel. Bayu Wahyuning – Kel. Ibu Utamingsih/Made Suwirya – Kel. Ibu S. Hartini PELAYAN MUSIK IBADAH JUMAT AGUNG DAN TIM MULTIMEDIA TUGAS TIM MUSIK PEMANDU PUJIAN TIM MULTIMEDIA Kebaktian I Yustin Harry Shanti Nanda Advent Aprian Andre Yitro Kebaktian II Titis Agi Eva K. Sulendra Lina Agus Reza Jose Kebaktian III Cahyo Joseph Dani Yan Tonga Dayu Jolly Sixtus Gusna

19 april 2019 jumat agung